Senin, 13 Agustus 2012

Matematika



Saya kembali teringat petuah bijak dari seorang sosok yang pernah mengajari matematika dijaman menengah pertama. Seorang sosok yang sederhana dan cinta terhadap murid-muridnya. Terkadang ia membiarkan murid tercintanya untuk berenang di lapangan atau berlari dikoridor tanpa seragam dikala pelajarannya. Syarief namanya, petuah bijaknya akan selalu menempel di kepala saya.


'Seng makan mati. Makan seng apalagi'

Kamis, 02 Agustus 2012

Oh! Geezzzz


di memang teman saya. Walaupun perilakunya kurang wajar tapi dia teman saya.



haha no offense

Yah begitu kira-kira

Perilaku yang sederhana terkadang menjadi sesuatu yang lebih ketika dapat merepresentasikan sosok pelakunya. Hal ini setali tiga uang dengan pengidentifikasian dada atau paha, yang selalu identik dengan sepotong ayam.
 
Aim: lo dimana? lo menjebak gue ya
Kakek: ber tur yok
Gicun: ber ikutan dong lo beli joran di toko tempat gue aja murah wangi aroma terapi
Firman: yuk kita ke bogor aja yuk
Inka: ber cariin gue dong nanti kalo udah dapet lo gue cariin
Cail: sini liat hape lo we’eek
Nana: kasian  si pojay lagi galau
Nonak: ber nebeeeng
Samid: ingetin gue utang dua rebu
Liana: ih pisangnya lembek, pecah di langit-langit
Genceng: gue cuma makan tiga sendok begah (sambil makan nasi goreng + cemilan)
Toam: korek dong, gak ada yang punya korek? Korek gue ilang!!
Jenia: ber main dong kerumah gue berenang berenang
Bebeq: buk ber danau brg anjing gw nyoook
Mba V: wah gak lulus lo! Lupa nama penguji
Mba 1: ryl mau gak lo? lumayan buat wisuda nanti
Ibu takor1: es kelapa? Es kelapa aja atuh
Ibu takor2: jadi pesen ga? kok tampangnya meragukan
Sigit sukem: kemana aja? Gak pernah keliatan
Bencong tim: tetap hemat energi dan sukses yaaw~